Mentari pagi menampakkan wajahnya
Semilir angin yang sejuk
dan tetesan" embun yang dingin
menemani pagiku hari ini
serasa menyambut aku
dari tidur panjangku semalam
Memulai hari dengan kesibukan
sudah tak asing lagi bagiku
sejak waktu itu aku tak mau
terpuruk dan lagi terpuruk
oleh berbagai kesedihan semata
Aku pikir tak ada untungnya
aq sedih terus menerus
pelangi indah pasti akan muncul
dihatiq menggantikan mendung
yang telah berhenti sejenak menyapaku
Kini aq lewati hari"bahagiaku
dengan senyum manis dr bibirq
walau sedikit adanya hantaman keras
yang lewat dihidupku
sejenak aku menangis
tersendu_sendu memikirkan hal ittu
dilantai pojok kamarku
disitulah aku meratapi kesedihan
yang tiba"muncul dengan sendirinya
Tapi tekadku yang semula terlintas
sejenak dipikiranku
tak mau bersedih dan lagi bersedih
tetapi kenapa untuk ssat ini aku
tak sanggup lagi dengan pikiran
masalaluku yang tak berguna ini
Tak kukira mentari pun tak lagi
menyinari tempat dimana aku termenung
dan malam pun semakin larut
bintang yang bersinar itu berusaha
menghiburku meskipun mendung malam menutupinya
Sedikit demi sedikit awan pekat
lewat lah sudah
yang terlihat hanya bintang* kecil
dan bulan yang memancarkan cahaya
yang dapat menyinari
dimana tempat aku berada sekarang
Teras rumah
tempat duduk balkon
dekat taman rumput
tanpa adanya naungan sedikit pun
sehingga aku dengan mudahnya
melihat benda* langit yang indah
Awal yang penuh derita
kujalani hari* ku
yang tanpa kawan
kini seolah*olah tergantikan
dengan senyuman bintang* dan rembulan
yang setiap malam menatapku
kini aku sadar bahwa masih ada
yang peduli dengan ku
aku ingin memulai hidup yang baru
yang ingin ku mulai dari nol
hingga aku bisa melupakan segala
kenangan lalu dan mulai
bersemi dan mekar diantara daun* yang gugur .