Jumat, 23 Desember 2011

Semi Dimusim Gugur

Mentari pagi menampakkan wajahnya
Semilir angin yang sejuk
dan tetesan" embun yang dingin
menemani pagiku hari ini
serasa menyambut aku 
dari tidur panjangku semalam

Memulai hari dengan kesibukan
sudah tak asing lagi bagiku
sejak waktu itu aku tak mau
terpuruk dan lagi terpuruk 
oleh berbagai kesedihan semata

Aku pikir tak ada untungnya
aq sedih terus menerus
pelangi indah pasti akan muncul 
dihatiq menggantikan mendung 
yang telah berhenti sejenak menyapaku

Kini aq lewati hari"bahagiaku 
dengan senyum manis dr bibirq
walau sedikit adanya hantaman keras
yang lewat dihidupku

sejenak aku menangis
tersendu_sendu memikirkan hal ittu
dilantai pojok kamarku
disitulah aku meratapi kesedihan
yang tiba"muncul dengan sendirinya

Tapi tekadku yang semula terlintas 
sejenak dipikiranku
tak mau bersedih dan lagi bersedih 
tetapi kenapa untuk ssat ini aku
tak sanggup lagi dengan pikiran 
masalaluku yang tak berguna ini

Tak kukira mentari pun tak lagi 
menyinari tempat dimana aku termenung
dan malam pun semakin larut
bintang yang bersinar itu berusaha
menghiburku meskipun mendung malam menutupinya

Sedikit demi sedikit awan pekat
lewat lah sudah
yang terlihat hanya bintang* kecil
dan bulan yang memancarkan cahaya
yang dapat menyinari 
dimana tempat aku berada sekarang

Teras rumah
tempat duduk balkon 
dekat taman rumput 
tanpa adanya naungan sedikit pun
sehingga aku dengan mudahnya
melihat benda* langit yang indah

Awal yang penuh derita
kujalani hari* ku
yang tanpa kawan
kini seolah*olah tergantikan 
dengan senyuman bintang* dan rembulan
yang setiap malam menatapku

kini aku sadar bahwa masih ada
yang peduli dengan ku
aku ingin memulai hidup yang baru
yang ingin ku mulai dari nol
hingga aku bisa melupakan segala
kenangan lalu dan mulai 
bersemi dan mekar diantara daun* yang gugur .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar